Bila Tulang Punggung Bengkok

By nova.id, Sabtu, 22 Januari 2011 | 17:02 WIB
Bila Tulang Punggung Bengkok (nova.id)

Kendati tak mengancam nyawa, penyakit ini menimbulkan gangguan dalam jangka panjang.

Dok, anak pertama dinyatakan menderita skoliosis. Apa yang dimaksud dengan penyakit ini, Dok? Bisakah ia normal kembali?" Tanya seorang ibu lewat surat pada nakita.

Menurut Dr. Ifran Saleh FISC, DSBO, dokter bagian bedah ortopedi RSUPN Ciptomangunkusumo, skoliosis sebenarnya merupakan suatu kurva abnormal dari tulang belakang. Yang normal, bila dilihat dari bidang tampak depan/koronal, kurva tulang belakang lurus satu garis dari leher sampai sacrococcygeus (tulang ekor). "Nah, skoliosis terjadi bila ada suatu penyimpangan atau deviasi ke arah lateral (kiri atau kanan) sehingga bengkok dan tak lurus. Bila dilihat dengan foto X-ray akan tampak lengkungannya," kata Ifran.

Bila dilihat dari sisi samping/lateral view terdapat kurva ke depan terus ke belakang. "Gunanya menjaga supaya tulang belakangnya stabil. Tulang belakang, itu, kan, enggak lurus, lo. Tulang leher melengkung ke depan (lordosis), tulang punggung melengkung ke belakang (kifosis), tulang lumbal (pinggang) akan ke depan lagi, kemudian pada tulang sakrum (tulang duduk) akan ke belakang atau kifosis, sampai ke tulang ekor. Lengkung ini sebenarnya normal maksudnya agar menjaga supaya stabil, tapi kalau dari depan seharusnya itu lurus," terang Ifran.

Nah, berat ringannya skoliosis tergantung dari besar kecilnya derajat lengkungannya. Yang normal berarti harus lurus dan derajat lengkungnya 0 derajat. Dikatakan ringan bila derajatnya di bawah 20. Tergolong sedang 20-40 derajat. Yang berat di atas 40 derajat dan sangat berat sekitar ratusan derajat.

IDIOPATIK DAN KELAINAN LAIN

Penyebab skoliosis bermacam-macam. Tapi, boleh dikatakan 85-90 persen tak diketahui penyebabnya/idiopatik. "Selebihnya karena kelainan tertentu. Karena itu jenis skoliosis tergantung dari penyebabnya," jelas Ifran.

Yang jelas skoliosis bisa terjadi pada infant>/bayi, juvenile/anak dan adolescent/remaja. Bila penyebabnya tak diketahui pasti disebut idiopatik skoliosis. Ada pula skoliosis akibat trauma atau jatuh. Sehingga menyebabkan tulang belakangnya patah dan bentuknya menjadi tak normal. Bisa juga akibat infeksi pada tulang belakang (skoliosis pasca infeksi).

Kecuali itu, ada pula karena kelainan bawaan (kongenital skoliosis). Kelainan otot pun bisa menyebabkan skoliosis; salah satu sisi ototnya lemah dibanding sisi lainnya. Lalu, kelainan pada sistem neuro muskular atau gangguan pada saraf dan otot. Kelainan sistem neuro muskular antara lain polio dan serebral palsy.

Ada pula posturalskoliosis; tampaknya seperti bengkok, tapi bila tubuhnya dibungkukkan maka bengkoknya hilang. Sebenarnya ini merupakan masalah postur tubuh dan gravitasi.

Pada penderita skoliosis gravitasi juga mempengaruhi bengkok tulangnya. Misal, bila berdiri derajat lengkungnya sekitar 45, tapi kalau dibaringkan akan berkurang, jadi 37 derajat. "Karena berkurangnya gaya gravitasi dari berdiri jadi berbaring."

PAKAI BRACE ATAU DI OPERASI