Mitos-mitos Seks, Dari Selaput Dara Hingga G-Spot (2)

By nova.id, Rabu, 4 Mei 2011 | 17:07 WIB
Mitos mitos Seks Dari Selaput Dara Hingga G Spot 2 (nova.id)

Mitos: ukuran penis menentukan tingkat kepuasan seksual

Kepuasan seks tidak semata-mata ditentukan dari alat kelamin, tapi sebagian besar justru sangat dipengaruhi oleh pikiran yang sehat. Ketika seseorang dalam keadaan stres berat atau bahkan depresi, apalagi dalam pengaruh obat-obat kuat, ternyata mereka tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik. Jadi, untuk melakukan hubungan seks tidak dibutuhkan ukuran yang besar, tapi penis dalam keadaan ereksi maksimal dan hal ini tidak berkaitan dengan besar kecilnya alat kelamin.

Mitos: Ukuran penis dilihat dari ukuran jari

Benarkah ukuran jempol kaki atau tangan identik dengan ukuran penis? Tentu saja tidak. Sangat tidak masuk akal menghubungkan kedua organ yang sangat berbeda, baik tempat maupun ukurannya ini. Hal ini kadang membuat seseorang jadi malu ketika dilihat jempol kaki maupun tangannya, karena seolah-olah sedang dilihat alat kelaminnya.

Mitos: Kehamilan ditentukan oleh orgasme wanita

Beberapa pasangan suami-istri yang sudah sekian lama menikah dan belum punya keturunan menanyakan, apakah gara-gara tidak pernah mencapai orgasme setiap berhubungan seks, membuat wanita tidak dapat hamil?

Faktanya, kehamilan tidak ditentukan oleh kepuasan seks, melainkan oleh pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi pada saat masa subur. Mereka berpikir bahwa pada saat orgasme terjadi pengeluaran sel telur yang siap dibuahi, padahal tidak demikian kenyatannya. Orgasme hanya mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar Bartholini dan tidak mengandung sel telur. Artinya, tidak ada kaitan atara kehamilan dengan orgasme seorang wanita.

Mitos: Orgasme = G-spot

G-spot adalah titik erotis yang ditemukan oleh Grafenberg pada tahun 80-an, yang kemudian dianggap sebagai area yang memudahkan seorang wanita mencapai kepuasan seksual (orgasme).

Para ahli menemukan bahwa bagian tersebut ternyata mengandung saraf-saraf yang sangat sensitif, yang apabila terangsang akan membuat wanita mengalami kepuasan luar biasa pada saat hubungan seksual. Padahal, kepuasan seksual wanita sangat banyak faktornya, antara lain mood yang baik, posisi yang menyenangkan, dan pemanasan yang cukup, tidak hanya dari area G-spot. Tapi memang, titik G-spot akan sangat membantu wanita mendapatkan orgasme.

Mitos: Wanita ras tertentu nafsunya lebih hebat

Nafsu atau dorongan seks yang hebat sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain gizi yang baik, pikiran yang sehat, dan pengaruh lingkungan. Misalnya, seseorang yang sering mengakses sesuatu yang membuatnya terangsang akan meningkatkan dorongan seks lebih cepat dibanding seseorang yang tidak merasa perlu mendapatkan rangsangan-rangsangan seperti itu.