Elsa Febiola Aryanti: Mari Cerdas Berinvestasi! (2)

By nova.id, Sabtu, 10 November 2012 | 03:45 WIB
Elsa Febiola Aryanti Mari Cerdas Berinvestasi! 2 (nova.id)
Oh ya, bagaimana dengan suami?

 Saya menikah dengan DR. Sc. Yoga A. Sendjaja pada Juli 2011. Suami saya dosen di Universitas Padjajaran Bandung. Kami sudah punya momongan, Keith Uno Sendjaja (11). Sejak menikah saya tinggal di Bandung, dan membagi waktu antara Bandung dan Jakarta untuk kegiatan-kegiatan saya di Jakarta sebagai Program Director di Paramadina Islamic Management Institute, Managing Partner di Hijrah Institute, relawan ahli Dompet Dhuafa, partner di Dompet Dhuafa Corpora, dan di beberapa yayasan sosial, di antaranya Bentang Kemanusiaan.

Masih sempat melakukan hobi di sela kesibukan?

 Dengan banyaknya kegiatan, waktu luang saya manfaatkan untuk istirahat, baik jasmani maupun rohani, supaya bisa tetap menjalankan kegiatan dengan baik. Sementara saya punya hobi memasak dan olahraga. Ini bisa saya lakukan kapan-kapan saja, karena begitu masuk dapur saya bisa betah berlama-lama di sana.

 Suami sangat mendukung hobi saya ini. Saat pindah ke Bandung, bagian rumah kami yang pertama dipersiapkan suami adalah dapur yang lengkap. Memasak buat saya lebih dari sekadar hobi, tapi juga hiburan, pelepas stres, sekaligus menyenangkan bagi keluarga. Olahraga yang saya pilih juga tidak yang rumit. Berenang dan jalan kaki. Alhamdulillah tempat tinggal saya di Bandung Utara sangat nyaman untuk melakukan aktivitas ini.

Oh ya, Anda sekarang mengikuti suami ke Jepang. Dalam rangka apa?

 Iya, sekarang saya berada di Jepang sampai akhir November. Suami sedang melakukan riset post-doctoral di bidang geochemistry di Shimane University - Matsue, Jepang. Tetapi saya tetap membawa pekerjaan ke Jepang. Dengan adanya kemudahan teknologi, tak ada masalah. Alhamdulillah, semua institusi tempat saya beraktivitas sangat mendukung.

 Rapat dan koordinasi lainnya bisa dilakukan secara online lewat berbagai media. Saya juga tetap bisa mengelola kelas online saya, menulis, dan menjadi kontributor untuk media dalam dan luar negeri, juga melakukan konsultasi via email. Jadi dari segi kegiatan tidak jauh berbeda. Yang paling penting, saya bisa ada di Jepang untuk mendukung dan mendampingi suami.

Belajar Bahasa Jepang juga?

 Ikut pelatihan Bahasa Jepang adalah salah satu kegiatan saja di sini. Kelas ini disediakan oleh Shimane University. Karena suami adalah international post-doctoral researcher di Shimane University, saya jadi bisa turut serta di kelas ini. Saya pikir, kemampuan bahasa sangat penting dan tak ada salahnya untuk belajar bahasa apa pun. Alhamdulillah bisa mempermudah komunikasi sederhana sehari-hari saya selama di Jepang.

 Sukrisna