Anak Muntah Setelah Terjatuh, Ini Pertolongan Pertama Saat Gegar Otak

By nova.id, Jumat, 3 Februari 2017 | 06:00 WIB
Gumoh Muntah Bayi dan Anak (nova.id)

Anak jatuh saat beraktivitas adalah hal biasa. Jika anak Anda sepenuhnya sadar, aktif, dan tampaknya tidak bertindak berbeda setelah mendapat benjolan ringan di kepala, kemungkinan besar ia akan baik-baik saja.

Namun, yang perlu diwaspadai jika setelah terbentur anak mulai muntah, bernapas tidak teratur, mengalami kejang atau tidak sadarkan diri. Orang tua harus segera mendapatkan bantuan medis secepatnya.

Jangan pindahkan anak Anda kecuali ia dalam potensi bahaya lebih lanjut. Lakukan CPR jika ia tidak bernapas, dan jika ia mengalami perdarahan, bebat luka dengan kain bersih dan tekan untuk hentikan perdarahan sampai bantuan datang.

Baca: Sering Tak Disadari, Waspadai Tanda Gegar Otak pada Anak Balita dan Usia Pra Sekolah

Jika Anda melihat bahwa pupil mata (lingkaran hitam kecil di mata) anak berukuran tak sama atau lebih besar dari pupil mata normal setelah cedera kepala, ini bisa menunjukkan pembengkakan di sekitar otak dan merupakan keadaan darurat medis.

Meskipun tidak ada tes resmi yang dapat mendiagnosis gegar otak, CT scan atau MRI mungkin  digunakan untuk mendapatkan gambaran otak jika dokter mencurigai adanya perdarahan dalam otak.

Baca: Bagaimana Cara Mengenali Gegar Otak pada Bayi? Lihat 9 Kondisi Ini

Namun, bagaimana menangani gegar otak anak di rumah?

Satu-satunya pengobatan untuk gegar otak adalah istirahat, dari kegiatan mental dan fisik. Otak membutuhkan banyak istirahat untuk menyembuhkan diri dari trauma, dan pemulihan penuh dapat memakan waktu bulanan hingga setahun, tergantung pada seberapa buruk gegar otak anak.

Jangan biarkan anak Anda untuk menggunakan layar apapun karena hal ini benar-benar terlalu merangsang dan membangkitkan otak. Ini berarti tidak boleh gunakan TV, tablet, mendengarkan musik, atau smartphone.

Baca: Tips Mencegah Benturan di Kepala

Pemulihan akan lebih cepat ketika anak sering dan konsisten istirahat pascacedera. Tidur sebenarnya sangat ampuh untuk kesembuhan otak, jadi dorong anak untuk memiliki waktu tidur siang tenang dan waktu tidur malam yang lebih awal untuk menciptakan waktu istirahat bagi otak sebanyak mungkin untuk sembuh.

Tak apa untuk membiarkan anak tidur sebentar setelah mengalami benturan, tapi tetap pantau dengan sangat hati-hati untuk setiap perubahan setelah mereka bangun dari tidur.

Baca: Cegah Benturan Kepala Penyebab Gegar Otak Ringan pada Anak

Setelah gejala hilang, perhatikan apa yang terjadi ketika anak berjalan di permukaan rata pada kecepatan yang relatif cepat. Jika tidak ada gejala kambuh maka anak dapat meningkatkan aktivitas fisik selama ia tetap bebas dari gejala.

Orang tua dan guru harus memantau hati-hati dalam beberapa hari, minggu, dan bulan pertama setelah anak gegar otak dan kembali ke sekolah. Jika gejala kembali atau masalah lainnya berkembang, anak harus dibawa ke dokter dan mungkin neuropsikolog untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Demi melindungi anak Anda dari potensi cedera kepala di masa depan, tak ada salahnya “memaksa” anak memakai peralatan pelindung yang sesuai dan terpasang benar seperti helm selama olahraga dan kegiatan lainnya karena gegar otak berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Sumber: HelloSehat