Mengharukan! Remaja Ini Rela Tertembak Berkali-kali Demi Selamatkan Teman-Temannya

By , Rabu, 21 Februari 2018 | 04:45 WIB
Mengharukan! Remaja Ini Rela Tertembak Berkali-kali Demi Selamatkan Teman-Temannya (Nova)

NOVA.id – Pada insiden penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, Rabu (14/2) pekan lalu, terdapat seorang remaja yang tertembak 5 kali demi menyelamatkan nyawa teman-temannya.

Anthony Borges (15) berinisiatif untuk mengunci pintu kelasnya sehingga rekan-rekannya dapat selamat dari bahaya timah panas pada peristiwa itu.

“Kami tidak tahu harus melakukan apa. Jadi, dia (Borges) mengambil inisiatif untuk menyelamatkan teman-teman kelasnya,” ujar Carlos Rodriguez, sahabat Borges.

(Baca juga: Ternyata Ini Pentingnya Kenalkan Learning Buddy pada Buah Hati)

Saat insiden berlangsung, dengan cepat remaja berusia 15 tahun itu mengunci dan menghalangi pintu kelas dengan tubuhnya.

Karena aksi heroiknya tersebut, 20 temannya selamat dan tak terluka.

Namun, Borges harus rela menerima luka tembak di punggung dan kakinya.

(Baca juga: Kasihan, Bayi 11 Bulan Harus Kehilangan Kaki Kiri Setelah Tak Sengaja Memakan Bola)

“Dia adalah pahlawan saya,” ujar ayah Anthony Borges, Royer Borges.

Melansir Kompas, berdasarkan postingan Facebook Kepolisian Broward, Florida, Borges kini tengah menjalani masa pemulihan.

“Dia sedang dalam masa pemulihan, tetapi masih harus menghadapi operasi tambahan,” tulis akun Kepolisian Broward, dilansir dari Kompas.

(Baca juga: Verrell Bramasta Berambut Gondrong, Natasha Wilona: Dao Ming Shi!)

Pada postingan itu, terdapat gambar kepala kepolisian setempat, Scott Israel, bersama Borges yang terbaring di rumah sakit.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap Borges, laman donasi GoFundMe yang sudah dikonfirmasi Kepoliisian Broward, mengumpulkan lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp1,3 miliar) sejak Kamis (15/2) pekan lalu.

Nantinya, dana yang terkumpul akan diberikan kepada Borges.

(Baca juga: Sebelum Ajal Menjemput, Tubuh Akan Memperlihatkan Tanda-Tanda)

Dalam penembakkan brutal di SMA Marjory Stoneman Douglas oleh Nikolas Cruz, terdapat 17 korban jiwa dan 15 korban luka.

Karena insiden tersebut, para murid di Amerika Serikat (AS) melakukan unjuk rasa hingga ke depan Gedung Putih (19/02).

“Saya berharap ini menjadi titik balik dari semua insiden yang terjadi. Kami di sini sangat terinspirasi dari peristiwa di Parkland, Florida,” ujar Whitney Bowen (16), yang mengorganisir aksi protes aturan pengendalian senjata di AS.

(Baca juga: Jangan Bingung, Walau Tomat Banyak Jenisnya Kita Bisa Memilihnya dengan Tepat Bila Tahu Tipsnya Ini)

Sebelumnya, beberapa korban penembakan sekolah di Florida juga berunjuk rasa untuk menuntut pengetatan hak membawa senjata api, di depan gedung pengadilan Broward, County Federal di Fort Lauderdale, Florida, Jumat (17/02).

Pihak Gedung Putih pun sudah menyatakan, akan ada pengetatan aturan pembelian senjata di AS.

Salah satu caranya, dengan mengecek latar belakang, antara lain catatan kriminal calon pembeli senjata.

(Baca juga: Usir Anak dan Menantunya dari Rumah, Mertua di Binjai, Sumatera Utara Ini Malah Banjir Pujian Netizen, Kok Bisa?)

Pernyataan itu dikatakan oleh Sekretaris Gedung Putih, Sarah Sanders, dikutip kantor berita AFP yang dilansir dari Kompas, Senin (19/02). (*)