Bambang kemudian mengungkapkan keinginannya agar maskapai milik Rusdi Kirana ini berbenah guna menghindari insiden ini kembali terulang.
Ayah dari penumpang korban Lion Air JT 610 ini juga mempertanyakan kelayakan pesawat nahas ini saat akan bertolak menuju Pangkal Pinang.
Diketahui, pesawat Lion Air JT 610 mengalami kendala teknis malam sebelumnya saat terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Soekarno-Hatta, Jakarta.
Baca Juga : Perlakuan Irwan Mussry yang Manjakan Putri Desy Ratnasari Bak Anak Sendiri
"Saya dapat info, benar atau tidak bahwa pesawat ini sedang trouble dari Bandara Ngurah Rai, take off sampai landing di Bandara Cengkareng, kemudian ada perbaikan. Apakah perbaikan itu sudah clear?" tanyak Bambang.
Bambang bersikeras bahwa teknisi Lion Air JT 610 yang bertugas saat itu harus bertanggung jawab penuh.
"Sudah barang tentu teknisi engineer Lion harus bertanggung jawab penuh.
Nyawa 100 orang lebih ini!
Hukumnya mutlak bertanggung jawab karena menyatakan pesawat clear untuk take off," tukasnya.
Sahabat NOVA, kita doakan semoga keluarga korban Lion Air JT 610 senantiasa mendapat ketabahan. (*)