"Kalau masalah mahal itu relatif ya. Kadang memang untuk stick golf aja ada harga yang satu digit sampai tiga digit. Kalau menyiapkan budget khusus sih enggak, karena aku juga awalnya masih dibayarin keluarga," kata Olive saat dijumpai dalam acara Charity Program to Yayasan Kanker Payudara di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta Timur, Rabu (6/10) sore.
Bersama sang ayah, Olivia mengaku sering berolahraga golf bersama. Jika dulu sampai dua kali dalam satu minggu, belakangan ini Olive semakin jarang bermain golf karena padatnya aktifitas keartisannya. Selain itu, Olive juga menjalani olahraga lain seperti pilattes dan wushu. Menurut Olive ia tak mau lebih serius mendalami golf, apalagi sampai ikut sebuah turnamen. "Golf itu lebih fun, bukan untuk pressure ikut turnamen segala. Aku memang belum ada prestasi mencolok di golf, tapi kalau olahraga basket sudah sering dapat prestasi," ungkapnya.
Selama beberapa tahun menekuni olahraga golf, diakui Olivia ia banyak mendapatkan keuntungan. Selain sehat, Olive juga bisa menekan emosi saat bermain. "Golf itu permainan orang dengan mengandalkan intelektualitas, mereka menggunakan otak untuk bermain. Selain itu, golf bisa melatih kita untuk menahan emosi dan mampu melawan diri sendiri," kata Olive sumringah.
Okki
KOMENTAR