Kisah "penyekapan" itu, cerita Syukriani Yunus alias Yani, berawal ketika sebulan lalu ia tak bisa masuk ke rumahnya di kawasan Bekasi. "Pintu rumah saya gedor karena semua kunci dan gembok diganti. Saya tak boleh masuk sebelum melunasi kewajiban. Mereka juga mengawasi gerak-gerik anak dan keluarga saya yang tinggal di dalam."
Yang disebut 'mereka' adalah 9 pria bertubuh tinggi tegap yang datang untuk "menduduki" rumah Yani. "Mereka utusan Bu Connie. Mereka juga mengawasi kami selama 24 jam setiap hari. Jelas, segala kegiatan kami jadi terganggu," tutur Yani. Untungnya, "Agung, anak saya, masih bisa pergi sekolah. Begitu juga adik saya, Candy, tetap bisa kerja. Sedangkan istrinya, Kiki, yang sedang hamil besar dan ada di rumah terus, jadi tertekan."
Agung, kata Yani, kerap mendapat perlakuan kasar dari orang-orang Connie. "Dia dibentak-bentak, dipanggil dengan sebutan binatang. Itu juga terjadi saat mereka memaksa Agung menandatangani surat perjanjian yang isinya, saya harus segera bayar hutang. Gara-gara itu anak saya jadi sakit, trauma, dan depresi."
Erni
KOMENTAR