Pura Pakualaman Gelar Dhaup Ageng, Ini 4 Tradisi Pernikahan dan Makna di Baliknya

By Alsabrina, Sabtu, 5 Januari 2019 | 15:46 WIB
4 Tradisi Pernikahan Jawa di Dhaup Ageng (dok. kolase NOVA)

NOVA.id – Putra sulung KGPAA Paku Alam X, BPH Kusumo Bimantoro telah resmi menjadi suami dari dr Maya Lakshita Noorya setelah selesai melaksanakan akad nikah di Masjid Besar Pakualaman, Sabtu (5/1).

Menggelar Dhaup Ageng atau pernikahan agung, royal wedding yang satu ini memang kental dengan adat jawa.

Rangkaian acara Dhaup Ageng ini diselenggarakan dari 24 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019 nanti. Dimulai dari tradisi bucalan hingga pamitan.

Berikut ini 4 tradisi pernikahan dan makna dibaliknya.

Baca Juga : Dipukuli hingga Nyaris Dibunuh Kekasih, Pemeran Ichcha Uttaran Didera Siksa Batin 5 Tahun Pacaran!

  1. Bucalan

Bucalan merupakan ritual untuk penyucian atau memberi sesaji pada tempat-tempat yang dianggap keramat.

Ini dilakukan sebagai bentuk pemberitahuan atau mohon izin kepada roh-roh, perihal rencana pernikahan serta mohon dijauhkan dari segala gangguan.

  1. Wilujengan

Wilujengan merupakan doa bersama yang dilakukan seluruh panitia persiapan Dhaup Ageng untuk meminta kelancaran acara kepada Sang Pencipta.

Baca Juga : Moa Aeim Blak-blakan Soal Isu Hamil Duluan dan Selingkuh dengan Lee Jeong Hoon

Pada tradisi ini juga disediakan sesajian berupa tumpeng yang diletakkan di tengah ruang atau bangsal yang dijadikan tempat berdoa untuk didoakan dan kemudian dimakan bersama.