Everyday Heroes for a Better World Jadi Tema Serial Sparks Season 2

By Dionysia Mayang Rintani, Sabtu, 13 Juli 2019 | 21:59 WIB
Everyday Heroes for a Better World Jadi Tema Serial Sparks Season 2 (Sparks/Bank DBS)

NOVA.id – Sejak ditayangkan pada 2016, ke-10 episode Sparks musim pertama telah ditonton lebih dari 250 juta kali dan menghasilkan lebih dari 24 juta keterlibatan digital.

Selain itu, Sparks musim pertama juga meraih sejumlah penghargaan pemasaran global, seperti “Gold Award in Digital Marketing” di ajang “Global Efma-Accenture 2017 Distribution & Marketing Innovation Awards” dan Silver Award pada penghargaan bergengsi “Shorty Awards 2018”.

Sparks sendiri ditayangkan, sejalan dengan komitmen Bank DBS untuk meningkatkan agenda pembangunan berkelanjutan sebagai fokus dan tujuan bank.

Baca Juga: Single Moms Indonesia, Harapan Baru Ibu Tunggal di Tengah Kesedihan)

Musim kedua Sparks yang telah diluncurkan bertemakan everyday heroes for a better world (pahlawan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan dunia lebih baik).

Menariknya, dalam serial mini ini diilhami oleh kisah nyata.

Tiga episode pertama musim ini mengisahkan sekelompok bankir DBS dinamis, yang bekerja sama dengan beberapa komunitas guna mengatasi beberapa masalah sosial dan lingkungan paling mendesak saat ini, termasuk polusi plastik, limbah makanan, dan kesenjangan sosial.

Baca Juga: Dikabarkan Hamil Anak Kedua, Simak 4 Puisi Putri Marino Berikut ini!

Ketiga episode tersebut diilhami oleh kisah tiga wirausaha sosial yang didukung oleh DBS Foundation, yakni Evoware (Indonesia), Bettr Barista (Singapore) dan Eco-Greenergy (Hongkong).

()

DBS Foundation didirikan lima tahun lalu dengan tujuan untuk membantu para wirausaha sosial dan kini telah menaungi lebih dari 300 wirausaha sosial di Asia.

Evoware didirikan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di seluruh dunia dengan menyediakan kemasan produk ramah lingkungan, biodegradable dan bahkan kemasan bisa dimakan, yang terbuat dari rumput laut.

Baca Juga: Upss.. Ternyata Ini yang Sebabkan Warna Puting Susu Jadi Gelap!

Bettr Barista menyelenggarakan pelatihan pembuatan kopi guna meningkatkan kemandirian sekaligus memberdayakan masyarakat marjinal.

Sebagaimana limbah makanan menjadi masalah semakin besar di masyarakat negara maju, Eco-Greenergy mengubah ampas kopi menjadi produk inovatif, seperti, alat makan yang dapat diurai menjadi kompos, dengan demikian mendaur ulang limbah makanan secara kreatif.

Baca Juga: Punya Kecemasan Sosial, Popularitas Buat Ed Sheeran Jadi Sangat Tertutup dan Membatasi Pertemanannya

Melalui Sparks musim kedua, DBS berharap dapat memulai dialog dan mendorong perubahan di seputar tantangan utama, seperti:

Polusi Plastik

Delapan dari 10 negara penghasil polusi plastik berada di Asia.

Diperkirakan lima negara di wilayah Asia yaitu Cina, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam bertanggung jawab atas 60% limbah plastik yang dibuang ke laut.

Di Singapura, penggunaan plastik sekali pakai menjadi masalah lingkungan mendesak.

Menurut Dewan Lingkungan Singapura, masyarakat Singapura minimal menggunakan 1,76 juta barang berbahan dasar plastik setiap tahun, dan hanya kurang dari 20% yang berhasil di daur ulang.

Baca Juga: Pilihan Warna Lipstik Bisa Tunjukkan Kepribadian Kita lo, Tipe Pemberontak atau Penyayang?

Kesenjangan

Terlepas dari pembangunan ekonomi, permasalahan sosial dan ketidaksetaraan gender tetap marak.

OECD (Organisation for Economic Co- operation and Development) menunjukkan bahwa kerugian yang terjadi terkait pendapatan kelompok tertentu dapat memberikan dampak buruk terhadap kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga: Jadi Perempuan Pintar, Pahami 3 Istilah Asing dari Ekonomi Digital!

Limbah Makanan

Makanan senilai 1 triliun dolar AS terbuang di seluruh dunia setiap tahun, dan 50% di antaranya berasal dari negara-negara di Asia.

Setiap minggu, 2,5 kilogram makanan dibuang begitu saja di setiap rumah penduduk di Singapura.

Pada saat sama, melalui ketiga episode tersebut, DBS berupaya untuk memberikan penghargaan kepada individu, pebisnis, maupun anggota tim DBS yang memiliki ketertarikan dan ketekunan untuk membuat sebuah perbedaan.

Baca Juga: Ulang Tahun ke 17 Kelabu, KD Tak Datangi Pesta Aurel Hermansyah: Semoga Om Raul Terketuk Pintu Hatinya

Karen Ngui, Head of DBS Group Strategic Marketing & Communications and Board Member of DBS Foundation, mengatakan, “Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang mengakar kuat di jantung Singapura dan Asia, kami percaya bahwa Bank DBS memiliki peran penting dalam menciptakan serta mendukung pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas untuk masa depan yang melampaui perbankan.”

Bank DBS sangat menyadari bahwa upaya besar tersebut mengharuskan Bank DBS untuk bergandengan tangan dengan para pelaku bisnis, komunitas, dan masyarakat.

Baca Juga: Salmafina Sunan Peluk Istri Ajun Perwira di Klub Malam, Jennifer Jill: Kamu Tidak Sendirian, Sayang

 

 

“Kami juga percaya bahwa ada pahlawan dalam diri kita masing-masing, dan bersama-sama kita semua dapat mendorong sebuah perubahan, baik besar maupun kecil, untuk dunia lebih baik,” lanjutnya.

Selama bertahun-tahun, Bank DBS telah berfokus untuk memajukan agenda pembangunan berkelanjutan melalui praktik perbankan dan bisnis yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial.

Bank DBS adalah bank pertama di Asia Tenggara yang diikutsertakan dalam Dow Jones Sustainability Index Asia-Pacific serta bank pertama asal Singapura yang ditunjuk sebagai konstituen dari FTSE4Good Global Index.

Baca Juga: Remaja Ini akan Dikremasi, Namun Sang Ibu Menyadari Kejanggalan pada Anaknya yang Ternyata Kembali Hidup

Bank DBS juga diikutsertakan dalam Bloomberg Gender-Equality Index selama dua tahun terakhir.

Terkait dampak sosial, DBS Foundation telah memberikan dana hibah sebesar 5 juta dolar Singapura kepada wirausaha sosial di Asia.

Sejumlah wirausaha sosial tersebut telah meluncurkan beragam inovasi sosial di berbagai bidang, seperti, layanan kesehatan, inklusi sosial, perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah, keberlanjutan pangan serta ketersediaan penghasilan bagi kaum marjinal.

Baca Juga: Tabloid NOVA Terbaru: Jangan Sembarang, Ini Cara Tepat Ajukan Cuti

Pada 2017, DBS menjadi mitra perbankan resmi dan agen penempatan tunggal untuk Women’s Livelihood Bond, obligasi keberlanjutan sosial pertama di dunia yang terdaftar di bursa saham.

Sparks musim kedua diramaikan oleh sejumlah pemain, seperti, Adrian Pang, Tan Kheng Hua, Jae Liew, Aanchal Wadhwani, Arifin Putra, Chen Yi Xin, Chew Kin Wah, Darryl Yong, Jamie Xia, Terrance Tan and Thomas Pang. (*)