2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak
Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah kematian yang tidak dapat dijelaskan yang biasanya terjadi selama tidur pada bayi yang sehat (kurang dari satu tahun).Studi menghubungkan beberapa penyebab utama SIDS dengan suhu tinggi dan peningkatan kadar karbon dioksida di dalam ruangan.
Menyalakan kipas angin di ruangan tempat bayi tidur dapat membantu mengurangi risiko SIDS.
Pasalnya, sirkulasi udara dapat menurunkan suhu ruangan dan sehingga bisa menurunkan konsentrasi karbondioksida di dalam ruangan.
Meskipun bukan manfaat kesehatan, salah satu manfaat lain menggunakan kipas angin adalah membantu mengurangi tagihan listrik jika dibandingkan dengan penggunaan AC.
Baca Juga: Sangat Tidak Disarankan Makan Pedas Sebelum Tidur, Ini Alasannya Menurut Ahli
Bahaya Tidur dengan Kipas Angin yang Menyala
1. Membuat kulit dan mata jadi kering
Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan kipas angin (kebanyakan dalam kecepatan tinggi) dapat menyebabkan mata kering, terutama bagi orang yang memakai lensa kontak, serta pada orang yang tidur dengan mata yang sedikit terbuka.Selain itu, hembusan udara yang konstan dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.
Baca Juga: Tips Ampuh Ajak Anak agar Mau Tidur Siang, Jangan Pernah Memaksanya!
2. Menyebabkan hidung tersumbat
Tidur dengan kipas angin dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan kering.Tenggorokan yang kering itu dapat memicu produksi lendir yang berlebihan, menyebabkan sinusitis, sakit kepala, dan hidung tersumbat.
Baca Juga: Ngeri! Ahmad Dhani Beberkan Pengalaman Mistis, Bangun Tidur Bantal Bersimbah Darah