Susu Jadi Menu Sahur dan Buka Puasa karena Dianggap Mengenyangkan, Benarkah?

Minggu, 18 April 2021 | 14:04
iStockphoto

Minum susu untuk sahur dan buka puasa

Jumlah kandungan nutrisi di dalam susu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Di dalam segelas susu sekitar 250 mililiter, terdapat kandungan kalsium sekitar 300 miligram.

Sebagai catatan, orang dewasa memerlukan asupan kalsium sebanyak 1.100 miligram per hari, sementara anak-anak sekitar 1.000-1.200 miligram.

Sehingga, untuk makan sahur, kita dapat memilih menu sehat dan seimbang yang mengandung seluruh zat gizi yang diperlukan tubuh.

Baca Juga: 7 Tanda Kita Harus Berhenti Minum Susu, Salah Satunya Patah Tulang dengan Mudah

Itu berarti, selain susu, kita juga mengonsumsi makanan lain dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Makanan tinggi kalsium dan protein juga disarankan, misalnya sayuran, daging, tahu, tempe, ikan, dan kacang-kacangan.

Jika seluruh nutrisi dari makanan sudah dipenuhi, barulah kita melengkapi sahur dengan segelas susu.

Baca Juga: Wah, Minum Susu Setiap Hari Memicu Timbulnya Jerawat, Benarkah? Simak Penjelasannya

Segelas susu juga bisa menjadi menu berbuka puasa yang baik untuk mengisi kembali energi tubuh yang hilang.

Hanya saja, metabolisme tubuh setiap orang berbeda. Jika kita mengalami sakit perut usai minum susu, kemungkinan kita kekurangan enzim laktosa.

Kekurangan enzim laktosa membuat kandungan laktosa di dalam susu tidak dapat dicerna usus dengan baik, sehingga akan memicu bakteri pembentuk gas yang menyebabkan perut kembung dan diare.

Halaman Selanjutnya

Baca Juga: Daftar Lengkap Makanan yang Ternyata…
Tag