Covid-19 Varian Delta: Lebih Berbahaya dan Banyak Serang Anak Muda

By Ratih, Minggu, 20 Juni 2021 | 14:02 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Dok. Shutterstock)

NOVA.id - Varian virus corona B.1.617.2 atau varian delta yang awalnya ditemukan di India kini sudah menyebar ke Indonesia.

Penelitian telah menunjukkan bahwa varian ini lebih menular daripada varian lainnya.

Tak hanya itu, gejala yang ditimbulkan oleh varian delta ini disebut memiliki perbedaan dengan gejala dari virus SARS-CoV-2 lain yang kita ketahui.

Baca Juga: Sultan Sesungguhnya! Agnez Mo Dirikan Klinik Vaksin COVID-19 Gratis untuk Masyarakat Umum

Melansir Kompas.com, gejala Covid-19 yang sebelumnya dianggap sering terjadi seperti batuk dan kehilangan penciuman justru lebih jarang terjadi pada orang yang terinfeksi varian delta.

Gejala utama infeksi Covid-19 varian delta adalah sakit kepala, yang diikuti dengan sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Sementara pada pasien yang lebih muda, gejala Covid-19 yang paling dominan adalah pilek atau perasaan tidak enak badan.

Baca Juga: Peduli Covid-19, CPI Dukung Program Percepatan Vaksinasi Pemerintah DKI Jakarta untuk Warga Kecamatan Pademangan

Saat ini, varian mutasi ganda asal India ini justru banyak menular kepada individu berusia muda.

"Varian delta ini justru sekarang banyak menularkan ke yang masih muda-muda. Lalu langsung datang (ke fasilitas kesehatan) dalam kondisi yang berat," jelas Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Muhammad Faqih, dilansir dari Kompas.com.

Menurut Daeng, kondisi ini bisa jadi disebabkan individu yang berusia muda sering mengesampingkan gejala-gejala penyakit yang bersifat ringan.

Baca Juga: Acara Lamaran Diselenggarakan di Tengah Kondisi Pandemi Covid-19, Lesty Kejora Mohon Maaf

Padahal, dengan adanya mutasi, varian delta memiliki kecenderungan perburukan lebih cepat.

Menurut data Kementerian Kesehatan, varian ini banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan.

Lantas bagaimana efektivitas vaksin Covid-19 melawan varian ini?

Baca Juga: Pengalaman Rapid Test Antigen Lebih Nyaman dengan Pilihan Ini

Kembali melansir Kompas.com, 92 persen vaksin AstraZeneca efektif mencegah rawat inap setelah pemberian dua dosis vaksin terhadap varian Delta.

Lalu untuk vaksin Pfizer, 96 persen efektif mencegah kebutuhan rawat inap dari penderita yang terinfeksi varian Delta.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk segera mendapat suntikan vaksin.

Dan jangan lupa untuk tetap patuhi protokol kesehatan serta hindari bepergian terlalu banyak.

Baca Juga: Bisa Meninggal Karena Vaksinasi Covid-19? Ini Klarifikasi Komnas KIPI

Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.

Yuk, langsung langganan bebas repot di Grid Store.(*)