Pernah Di-PHK, Sandiaga Uno Berikan Kiat-Kiat Memulai Bisnis

Senin, 05 Juli 2021 | 13:39
Tribun Jakarta

Sandiaga Uno dan Istri

Baca Juga: Baju dan Aksesori yang Sebaiknya Tidak Dipakai Saat Naik Pesawat

Keempat, Kapan memulai usaha. Kelima, bagaimana menghadapi kegagalan atau kegalauan.

Lebih lanjut, untuk menjawab cara memilih usaha, Sandi berpesan, carilah usaha yang sesuai dengan yang dicintainya. Love what you do, and do what you love.

Dia memulai usaha dari mengulik-ulik laporan keuangan, maka usaha yang dirintisnya adalah jasa konsultan keuangan.

Nah, jika Sahabat NOVA menyukai jahit-menjahit, maka mulailah usaha fesyen. Kalau suka masak, mulailah usaha kuliner. Untuk yang hobi keindahan, mungkin bisa memulai usaha salon.

“Menjadi salon itu besar peluangnya. Bayangkan, orang yang berambut pendek, ingin rambutnya Panjang, tetapi yang rambutnya Panjang ingin rambut pendek. Orang yang alisnya tebal, ingin ditipisin, yang alisnya tipis, ingin alisnya tebal,” ujarnya.

Baca Juga: Berita Terpopuler: Denny Darko Terawang Ayah Ayu Ting Ting hingga Lesti Kejora Lakukan Pelampiasan ke Benda Ini Kalau Kangen Rizky Billar

Kedua, bagaimana mendapatkan modal? Kuncinya adalah jaringan, sehingga terhubung dengan sumber pembiayaan. Bank seperti BNI adalah sumber modal yang baik.

Ketiga, bagaimana menjaga agar bisnis tetap berjalan dan berlanjut menjadi pengusaha sukses? Sandi tegas agar pengusaha wajib menjalankan Silaturahim, atau memperkuat networking, atau menjadi relationship. Ini penting karena Alloh berjanji, siapa saja yang menjaga silaturahmi makan kan diperpanjang umurnya dan diperbanyak rezekinya.

“Ini artinya, jadi pengusaha itu tidak boleh baper (bawa-bawa perasaan), suka iri, senang melihat orang susah, dan susah saat melihat orang senang. Tapi senanglah saat melihat orang senang atau sukses. Jangan lupa, nilai luhur bangsa Indonesia ini adalah gotong royong, inilah kekuatan kita,” tuturnya.

Keempat, kapan memulai usaha? Saat paling tepat memulai usaha adalah ketika sedang krisis. Kalaupun gagal, sikapi dengan positif karena kegagalan itu tidak akan membuat mati seseorang, namun kekuatan untuk menapaki tangga kesuksesan dengan lebih mantap.

“Saya ingin tegaskan. Tidak ada sukses yang instan. Saya 20 tahun mengalami pasang surut. Tidak mungkin selalu di atas. Kuncinya, ketika sedang di atas, kita wajib bersyukur. Kalau kita lihat ke bawah, berikan empati. Nah, ketika sedang di bawah, kita bersabar, agar termotivasi. Untuk melompat lebih tinggi kita harus mengerti bahwa tidak ada yang instan.” katanya.

Baca Juga: Syarat untuk Daftar Vaksin Anak Jelang Tahun Ajaran Baru 2021

Halaman Selanjutnya

Kelima, lalu bagaimana menyikapi kegagalan? Pertama, rutin…
Tag