Siap Hadapi Tantangan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Angkat Ketua Umum Baru

By Ratih, Jumat, 5 Agustus 2022 | 05:30 WIB
Virtual Press Conference dengan tema “Peran Penting PERKI dalam Transformasi Kesehatan di Bidang Kardiovaskular”, Kamis (04/08) (PERKI)

NOVA.id - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) melangsungkan pengangkatan Ketua Umum PERKI yang ke-19 pada 30 Juli 2022, yakni dr. Radityo Prakoso, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC.

Acara ini dihadiri oleh dokter spesialis jantung yang mewakili cabang-cabang organisasi PERKI dari seluruh Indonesia.

Di dalam pidatonya, dr. Radityo menyatakan bahwa PERKI, sebagai organisasi yang berada langsung dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), memiliki peranan dalam mendukung kebijakan, rencana, dan haluan yang telah dirumuskan dan dituangkan oleh Kementerian Kesehatan di dalam “Transformasi Kesehatan”.

Sejak didirikan pada tanggal 16 November 1957, PERKI sebagai sebuah perhimpunan yang mewadahi seluruh Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Indonesia telah menorehkan sejarah dalam memajukan ilmu kardiologi di Nusantara.

PERKI telah menghadapi berbagai tantangan, serta telah beradaptasi untuk menjawab tantangan tersebut hingga menjadi PERKI sebagaimana yang kita kenal pada saat ini.

Di awal abad ke-21 ini, PERKI juga memiliki tantangannya tersendiri.

Tantangan-tantangan ini dapat diselesaikan dengan bersinergi dengan 6 haluan Transformasi Kesehatan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin

Tantangan PERKI dan Peranan PERKI dalam Transformasi Kesehatan di Bidang Kardiovaskular

"Tantangan pertama yang dihadapi adalah masih tingginya angka morbiditas dan mortalitas dari penyakit kardiovaskular yang diperparah dengan munculnya emerging disease," ucap dr. Radityo.

 Baca Juga: Konsumsi Garam Berlebihan Picu Penyakit, Ahli Sarankan Pakai MSG

Data terbaru dari WHO menunjukkan penyakit jantung koroner dan stroke masih menduduki peringkat pertama dan kedua penyebab kematian utama di dunia dengan jumlah kematian global 18,6 juta orang setiap tahunnya.