Enam Ribu Nasi Bungkus dan 75 Angkringan Meriahkan Kirab Royal Wedding

By nova.id, Rabu, 23 Oktober 2013 | 01:01 WIB
Enam Ribu Nasi Bungkus dan 75 Angkringan Meriahkan Kirab Royal Wedding (nova.id)

Enam Ribu Nasi Bungkus dan 75 Angkringan Meriahkan Kirab Royal Wedding (nova.id)

"Foto: Eng Naftali "

Rabu (23/10) pagi menjadi hari yang paling membahagiakan bagi seluruh masyarakat Yogyakarta. Pasalnya, mereka akan ikut menyaksikan secara bersama-sama Kirab Agung dalam rangkaian acara Royal Wedding Kraton Yogyakarta, pernikahan putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro.  Acara Kirab sendiri rencananya akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan diawali oleh iring-iringan pengantin yang berbahagia, kemudian dilanjutkan dengan iring-iringan Sri Sultan HB X dan GKR Hemas dari Kraton menuju Kepatihan tempat resepsi akan berlangsung. Dari pantauan tabloidnova.com persiapan Kirab sendiri sudah dilakukan sejak pagi. Bahkan masyarakat Yogyakarta sudah memenuhi hampir seluruh badan jalan Malioboro.

  Di sekitar malioboro pun tampak terlihat sepi karena arus jalan yang dialihkan. Para petugas kepolisian dan relawan pun sudah bersiap siaga membentuk pagar betis untuk melancarkan jalannya acara Kirab. Bahkan para pedagang yang biasa memenuhi pelataran malioboro, tampak pagi ini tidak membuka lapak berjualan mereka. Hal ini sendiri merupakan salah satu antusiasme warga untuk ikut menyaksikan acara Kirab.

  Yang unik, tak hanya para pedagang yang berhenti berjualan sejenak di hari ini, namun berbagai komunitas yang ada di malioboro pun ikut menyumbang sedikit untuk memeriahkan acara Kirab. Berbagai komunitas ini ikut menyediakan 6000 nasi bungkus untuk para warga yang datang menyaksikan Kirab. Bahkan 75 gerobak angkringan pun ikut serta memeriahkan acara ini. Semua ini merupakan inisiatif masyarakat Yogyakarta untuk menyumbang kemeriahan dalam acara Royal Wedding Kraton Yogyakarta.

 "Kami tidak bisa menyumbang apa-apa untuk acara pernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro. Tapi cuma ini dari kami rakyat yang bisa diberikan untuk ikut sedikit menyumbang dalam acara pernikahan Kraton," ungkap Rudiarto selaku ketua lembaga pemberdayaan komunitas malioboro.

Antie