NOVA.ID - Belakangan ini berita selingkuh banyak terdengar.
Mulai dari asrtis Tanah Air hingga pegawai pemerintahan tersandung kasus perselingkuhan.
Memang, dalam hubungan masalah selingkuh ini seakan tak ada habisnya.
Jika ditempatkan pada posisi yang diselingkuhi pun kita bisa pusing kepala.
Pilihan memaafkan atau meninggalkan pastinya berkecamuk dalam jiwa.
Apalagi kalau pasangan ketahuan selingkuh tapi masih minta hubungan intim setelah meminta maaf.
Duh, bikin dilema lagi.
Jadi harus bagaimana menghadapinya kalau pasangan ketahuan selingkuh tapi masih minta hubungan intim?
Menghadapi situasi yang sulit seperti ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dan dipertimbangkan.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Sahabat NOVA pertimbangkan.
1.Komunikasi Terbuka
Baca Juga: Geger! 172 ASN Dilaporkan Selingkuh, Ternyata Ini Penyebab Orang Doyan Selingkuh
Cobalah untuk berbicara dengan suami dengan jujur dan terbuka.
Sampaikan perasaan tentang apa yang telah terjadi dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi hubungan.
2.Ambil Ruang dan Waktu
Jika Sahabat NOVA merasa belum siap untuk berhubungan intim lagi, jelaskan kebutuhan kita akan ruang dan waktu untuk memproses situasi ini.
Pasangan mungkin perlu mengerti bahwa pemulihan emosional kita itu penting.
3.Pertimbangkan Konseling
Pertimbangkan untuk mencari bantuan konseling pernikahan.
Seorang profesional dapat membantu Sahabat NOVA dan pasangan untuk berbicara tentang masalah-masalah yang ada dan mencari cara untuk memperbaiki hubungan.
4.Tentukan Batasan
Jika memutuskan untuk tetap bersama dan memperbaiki hubungan, tentukan batasan dan ekspektasi yang jelas.
Ini akan membantu mencegah kebingungan di masa depan.
5.Pertimbangkan Masa Depan
Pikirkan secara mendalam apakah Sahabat NOVA ingin melanjutkan hubungan ini.
Pertimbangkan apakah pasangan bersedia berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan dan membangun kembali kepercayaan.
Ingatlah bahwa setiap situasi adalah unik, dan Sahabat NOVA berhak untuk membuat keputusan terbaik untuk diri kita sendiri.
Jika Sahabat NOVA merasa kesulitan, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental. (*)
Sebagian dari artikel ini dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence - AI).
Penulis | : | Maria Ermilinda Hayon |
Editor | : | Maria Ermilinda Hayon |
KOMENTAR