Masalahnya, dengan data yang berhasil ditemukan oleh PDGI bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang rawan terhadap kesehatan giginya, mereka cenderung melupakan prinsip sikat gigi 2x sehari dengan waktu yang benar.
"Saya masih mendengar banyak sekali yang sikat gigi tapi tidak pada waktu yang direkomendasikan asosiasi dokter gigi dunia dan PDGI, masih suka seenaknya," terangnya.
Baca juga: Selamat Hari Ibu! Ini Dia 10 Hal yang Selalu Dialami Oleh Seorang Ibu, Nomor 2 Paling Favorit
Padahal, untuk menjadikan gigi tetap sehat, kita harus menggosok gigi dua kali sehari yakni setelah makan dan sebelum tidur.
"Itu inti pokoknya, sesudah makan dan sebelum tidur, jika belum melaksanakan hal ini jangan berharap gigi kita sehat. Wajib hukumnya menggosok gigi di waktu tersebut supaya gigi kita tidak sakit, jangan ragu untuk terus dan rutin menggosok gigimu," imbuhnya tegas.
4. Ajarkan sejak dini
Orang tua seringkali lalai atau lupa untuk menggosok gigi, terlebih sesuai dengan rekomendasi dari PDGI.
Seno pun menanggapi hal ini dengan serius. Pasalnya, gigi yang tumbuh sehat hingga usia tua nanti adalah mengajari anak sedini mungkin untuk menyikat giginya.
"Jangan kewalahan dalam mengingatkan anak dan harus sabar saat mengajarinya, karena anak-anak saat masih kecil sangat mudah untuk dituntun dan diajari melalui kita sebagai contohnya," katanya.
Seno juga mengungkapkan perlu ada keterbukaan dan pengawasan yang ketat dari orang tua terhadap anaknya untuk menggosok gigi.
Baca juga: Ikut Bela Ayu Ting Ting, Adik Julia Perez Kena Semprot Warganet di Sosial Media
"Jadi sebelum tidur, biasakan menggosok gigi supaya menjadi kebiasaan dan bukan menjadikan beban, termasuk setelah makan," tukasnya.
5. Jangan takut bawa ke dokter
Mindset yang sering keliru dari masyarakat Indonesia adalah datang ke dokter gigi saat sedang sakit gigi.
"Jelas ini sangat terlambat, datang ke dokter adalah saat proses perawatan gigi, bukan saat sakit baru diperiksakan ke dokter gigi," ungkap Erri.
Hal ini lantaran kita tidak akan tahu sisa makanan mengendap di antara sela-sela gigi yang bisa menjadi karang gigi.
"Nah, karang gigi tadi itu yang menjadi bau mulut," pungkasnya.(*)
Penulis | : | Healza Kurnia |
Editor | : | Healza Kurnia |
KOMENTAR