Beli Rumah Baru atau Renovasi Saja, ya?

  • Selasa, 18 Juni 2013 17:41 WIB

renovation

"Ilustrasi "

Untuk mendapatkan keputusan yang terbaik, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Di antaranya:

1. Bandingkan keduanya.

Buat perbandingan yang kontras antara biaya pembelian rumah baru dengan biaya dan nilai masa depan (investasi) renovasi.
2. Jika membeli rumah baru.

Ketika mempertimbangkan membeli rumah baru, perhatikan faktor biaya total menjual rumah saat ini, seperti komisi real estate, poin, dan biaya pinjaman (jika rumah dibeli dengan cara kredit, cicilannya sudah lunas atau belum). Serta, faktor biaya pembelian rumah baru, termasuk biaya escrow, biaya bergerak, dan biaya perbaikan estetika.

3. Jika merenovasi rumah.

Ketika mempertimbangkan renovasi rumah, perhatikan biaya keras dan lunak yang berkaitan dengan renovasi. Biaya keras terdiri dari biaya konstruksi, sedangkan biaya ringan terdiri dari semua biaya non-fisik yang terlibat dalam penyelesaian proyek. Tapi itu tidak termasuk biaya profesional seperti biaya arsitektur dan rekayasa desain.

Buat anggaran renovasi. Jangan lupa biaya cadangan kontingensi untuk menutup biaya tak terduga seperti kerusakan rayap atau kebocoran air.

Hal lain yang harus diperhatikan juga ialah bagaimana Anda membiayai biaya renovasi tersebut. Apakah Anda ingin membiayainya dengan tabungan atau meminjam dari bank.

Jika Anda memutuskan melakukan pinjaman dari bank, konsultasikan terlebih dahulu dengan penasihat bank atau konsultan dan cari tahu apakah bank yang Anda pilih menyediakan pinjaman untuk kebutuhan Anda ini.

Jika Anda bingung menentukan pilihan, berkonsultasilah dengan seorang makelar atau konsultan yang berpengalaman dengan hal ini.
Ester Sondang

Reporter : nova.id
Editor : nova.id

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×