UMKM NTT Galeri Alekot, Maksimalkan Penjualan Produk Secara Digital

By Dinni Kamilani, Jumat, 3 September 2021 | 17:14 WIB
Pelaku UMKM asal NTT memaksimalkan penjualan produk secara digital (Galeri Alekot)

NOVA.id - Kain tenun asal Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai karya seni yang memiliki ciri khas penenunnya serta memiliki keunikan tersendiri.

Tidak ada lembar kain tenun yang sama persis. Selain itu motif-motif yang digunakan selama bertahun tahun juga memiliki kisah budaya warisan nenek moyang,

Rensina, 38 tahun, merupakan pemilik Galeri Alekot yang berlokasi di kota Soe, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Rahasia KAMI Handycraft Berhasil Kembali Cuan Meski Diterpa Pandemi

Usaha yang ia jalankan bergerak di bidang kain tenun Timor. Ide usaha ini muncul dari kegemaran Rensina dalam mengoleksi kain tenun tradisional dan lambat laun koleksinya bertambah banyak hingga ia terpikir untuk menjual sebagian supaya bisa membeli kain yang lain. 

“Tahun 2016 saya mulai membuat media sosial dan memposting foto-foto tenun yang saya koleksi. Awalnya tentu tidak langsung ada pembeli. Setelah mulai ada transaksi, saya pergunakan keuntungan penjualan untuk beli kain lagi," kata Rensina.

Kurang lebih dua tahun, dan akhirnya ia memiliki cukup kain untuk dipajang di toko offline serta bermitra dengan penenun dari kampung pedalaman Timor yang memproduksinya menggunakan alat-alat tradisional khas Timor Tengah Selatan.

Baca Juga: Inspirasi Ide Bisnis dari BeaNaBell, Keunikan Produk Jadi Magnet

"Akhirnya saya bisa sewa toko di dekat rumah,” cerita Rensina. 

Dalam menjalankan usahanya, beragam tantangan dialami oleh Rensina salah satunya pasar yang tidak terlalu luas (segmented) dan juga persaingan harga untuk memperebutkan pasar.

Apalagi setelah pandemi, Rensina merasakan daya beli pasar yang menurun. Pesanan reguler dari butik atau produsen tas dan baju juga nyaris terhenti karena pasar mereka juga sepi.

Sementara untuk keperluan individu maupun seremoni adat lokal juga terhambat karena kegiatan hajatan dan lain-lain dibatasi.

Baca Juga: Mau Mulai Bisnis? Coba Jalani Waralaba Kuliner yang Menguntungkan

Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, Rensina semakin banyak mengetahui pelatihan online bagi pelaku usaha yang bisa diikuti untuk menumbuhkan usahanya selama pandemi.

Hingga ia mendapatkan informasi dari salah seorang temannya dan memutuskan mengikuti pelatihan Dukung UMKM Indonesia Timur yang difasilitasi Google bersama dengan Kementerian Perdagangan RI.

Banyak tips yang ia dapat saat mengikuti pelatihan khususnya untuk mewujudkan mimpinya dalam membesarkan Galeri Alekot.

Baca Juga: Perjanjian Pranikah Penting untuk Tetapkan Porsi Bisnis Bersama Pasangan, Ini 4 Poin Pembagiannya

 

 

“Saya sudah pakai Google Map sekitar 2 tahun lalu, namun berkat pelatihan ini sekarang saya melengkapinya dengan Business Profile yang sebelumnya bernama Google Bisnisku. Hal ini membantu saya agar toko lebih mudah ditemukan konsumen yang mau datang,” ungkap Rensina.

Tidak hanya itu dari situ ia juga mengikuti tips dari mentor mengenai foto produk, pelayanan konsumen, dan tips menghadapi kompetitor.

"Saya juga banyak belajar bagaimana menjaring konsumen baru dengan postingan dan promosi," kara Rensina.

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi untuk Mempermudah Kita Jadi Dropshipper Online

Rensina menyampaikan dengan menggunakan Business Profile banyak konsumen-konsumen baru yang bermunculan dan datang ke toko. 

“Saya bisa melihat insight dari Business Profile yang menunjukkan ada ratusan pencarian tiap minggu untuk toko Galeri Alekot. Saya bersyukur bahwa setidaknya Galeri Alekot mulai diketahui oleh banyak orang” pungkas Rensina.

Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.

Yuk, langsung langganan bebas repot di Grid Store.(*)