Dua bulan lalu, adik saya dipanggil Tuhan dan sejak saat itu saya seperti kehilangan semangat, Bu.
Sekadar membereskan kamar adik saja, tidak ada semangat sama sekali. Makan pun cuma seadanya dan ini berakibat saya mulai sering nyeri lambung. Tapi, tetap saja saya tidak bernafsu makan.
Saya tahu ini tidak baik, tapi, saya seolah merasa semua yang saya lakukan, kok, sia-sia. Adik saya meninggal, ibu saya entah di mana, ayah juga tambah sering lembur.
Bu, apakah saya salah pilih? Salahkah saya memilih menjaga adik? Salahkah saya tidak sekolah resmi? Terima kasih.
James – somewhere
JAWAB
James yang baik,
Memerhatikan paparan Anda tentang apa yang Anda rasakan, waktu dua bulan sejak adinda tercinta mengembuskan nafas terakhirnya, adalah jarak yang relatif pendek untuk membuatmu mampu melupakan almarhum adik dan move on.
Sementara, kepergian ibunda juga mungkin belum bisa James relakan. Pastinya ada luka hati, mengingat kehadiran seorang ibu adalah sumber semangat hidup buat anaknya, bukan?
Jadi, secara emosional, menurut saya, ada dua masalah yang bisa ditengarai di sini. Berkabung yang belum selesai, serta rasa kehilangan ibu yang menjadi kesedihan kronis buat James.
Dan karena isunya akan sensitif bila dibahas bersama ayah, pastinya ini jadi lebih mengganjal di hati Anda.
Baca Juga: Konsultasi Psikolog: Aku Menemukan Lipstik di Kerah Baju Suamiku