Kenali 2 Jenis Kelainan Mata Juling pada Anak

By nova.id, Jumat, 24 Maret 2017 | 08:30 WIB
Bisakah Kelainan ‘Mata Juling’ Disembuhkan? (nova.id)

Kelainan mata juling dibagi menjadi 2 bagian, yakni juling manifest (trophia/nyata).

Juling jenis ini bisa dilihat langsung oleh orang awam.

Misalnya, mata keluar, satu ke atas satu ke bawah, atau satu ke kanan satu ke kiri.

Juling trophia harus lebih cepat ditangani.

Karena pada juling jenis ini, biasanya salah satu mata akan menjadi lebih dominan, sementara yang lainnya menjadi tidak dominan.

"Nah, mata yang tidak dominan ini tidak pernah bisa memberikan impuls ke otak sehingga otak tidak bisa berkembang. Akibatnya, penglihatannya pun tidak berkembang," ujar  dokter spesialis mata dari RS Mata Aini, Dr. Abdul Manan Ginting. 

Ini yang disebut ambyopia atau lazy eyes atau mata malas.

Jika ini yang terjadi, sebaiknya segera ditangani sedini mungkin.

"Jangan sampai menunggu hingga anak berusia lebih dari usia 4 tahun."

Penanganannya bisa dengan merangsang mata yang malas.

Yang paling sederhana adalah dengan menutup mata yang berfungsi bagus, kemudian memaksa mata yang juling tersebut untuk digunakan.

"Kalau sudah ada kemajuan, baru dilakukan operasi supaya mata tidak kembali menjadi malas," ujar Ginting.

Atau sebaliknya, dilakukan operasi terlebih dulu, kemudian baru dilakukan perangsangan.

"Tetapi biasanya yang didahulukan adalah mengembalikan fungsinya."

Ada juga juling manifest tetapi bermasa depan bagus, yakni alternating squint.

"Juling jenis ini, mata yang digunakan bergantian. Pada posisi tertentu mata kanan yang digunakan dan pada posisi tertentu mata kiri yang dipakai. Jadi, tidak terjadi lazy eyes," ujar dokter yang juga praktek di Jakarta Eye Center ini.

Juling yang kedua adalah juling yang disebut intermitten atau phoria.

"Juling ini hanya terjadi kadang-kadang saja dan biasanya lebih susah didiagnosis karena secara fisik tidak tampak. Ini dapat dikenali misalnya saat melamun," ujar Ginting.

Penanganan juling intermitten masih bisa menunggu sampai anak menjadi lebih dewasa.

"Karena untuk juling jenis ini, pada saat tertentu kedua mata bisa bekerja bersama. Sehingga, kalau pada suatu saat ia dioperasi, kedua matanya sudah memiliki kemampuan melihat bersama-sama (fusi)."

Sebetulnya, semua operasi mata juling adalah untuk memperkuat dan melemahkan otot, karena impulsnya sama namun responnya beda.

Impuls A pada satu otot, gerakannya dibuat menjadi 10, tetapi di otot lain menjadi 20 sehingga tidak harmonis. Karena itu, otot yang salah ini diperlemah.

"Tetapi, kalau satu saja yang diperlemah, otot bisa menjadi disfungsi.

Karena itu, yang kuat dilemahkan dan yang lemah dikuatkan supaya seimbang," jelas Ginting lebih lanjut.

Sebaiknya anak segera diperiksakan ke dokter mata sedini mungkin supaya tidak terlambat.

"Jika usia anak sudah di atas 9 tahun, prospek kesembuhannya hampir tidak ada," tambah Ginting.

Juling juga tidak mengenal perbedaan strata sosial maupun ekonomi.

"Bisa menimpa anak perempuan atau laki-laki. Banyak anak yang juling berasal dari orangtua yang tidak juling. Yang penting adalah bagaimana kita mengenali dan melakukan tindakan supaya fungsi mata tidak terganggu. Kalau ditemukan lebih dini, maka 100 persen bisa dipulihkan, kok," ujar Ginting.

Hasto Prianggoro/NOVA.ID