Over Dosis Air Putih Bisa Bikin Nyawa Melayang, Ini 4 Hal Lain yang Katanya Menyehatkan Tapi Bisa Berakibat Fatal

By , Sabtu, 26 Agustus 2017 | 10:59 WIB
ilustrasi (Nova)

NOVA.id - Tidak semua yang dianggap “sehat” dijamin membuat kita terhindar dari bahaya.

Pekan lalu seorang binaragawan berusia 25 tahun asal Australia, Meegan Hefford, meninggal karena overdosis protein.

Wafatnya Meegan diduga lantaran kebiasaannya mengonsumsi suplemen pembentuk otot secera berlebih.

Baca juga: 5 Cara Jitu Hilangkan Bau Kaki yang Membandel

"Bagi sebagian besar orang, suplemen protein tidak berbahaya, dan sangat jarang terjadi overdosis," kata Dr. Mehmet Oz, yang menegaskan bahwa Hefford ternyata juga mengalami gangguan siklus urea, yang menurunkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme protein.

Kelompok berisiko lainnya, menurut Oz, adalah “orang-orang dengan penyakit ginjal dan individu yang meningkatkan asupan protein dengan cepat.”

Karena itu kelompok ini harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen protein.

Baca juga: Ucapkan Selamat Tinggal pada '4 Sehat 5 Sempurna', Ini Dia Konsep Gizi Seimbang yang Baru di Era Modern

Berikut adalah kebiasaan yang terlihat sehat, namun memiliki bahaya tak terduga:

1. Minum terlalu banyak air

Pada tahun 2007, Jennifer Strange yang berusia 28 tahun meninggal karena keracunan air setelah berpartisipasi dalam sebuah kontes radio yang meminta para peserta meminum air sebanyak-banyaknya untuk memenangkan sebuah konsol video-game.

"Tubuh memiliki kapasitas yang besar untuk mengeluarkan air yang Anda minum, tapi ini bukan untuk asupan yang tidak terbatas," kata ahli hidrasi Dr. Stanley Goldfarb, seorang profesor kedokteran di University of Pennsylvania.

Baca juga: Mulai dari Kulit Bercahaya Hingga Rambut Berkilau, Inilah Manfaat Air Putih Selengkapnya

Kemampuan tubuh untuk menangani asupan cairan yang sangat banyak itu hanya sekitar satu jam sebelum tingkat natrium mulai menurun dan mengakibatkan cedera otak.

Goldfarb memperingatkan bahwa pelari marathon yang kehilangan elektrolit dan sodium selama kompetisi dapat berisiko jika mereka mengalami overhidrasi setelah mereka melewati garis finish.

2. Berolahraga terlalu intensif

Dr David Greuner, salah satu pendiri NYC Surgical Associates, melihat ada peningkatan pasien yang dirawat karena rhabdomyolysis, yang menyebabkan kerusakan otot rangka, karena meningkatnya latihan olahraga terlalu ekstrim.

"Sekarang semua orang meningkatkan intensitas pada semua hal," katanya. Greuner sendiri mengaku pernah mengalami muntah-muntah setelah mengikuti latihan yang sulit.

Mereka yang benar-benar mengeluarkan tenaga terlalu keras kemungkinan akan menderita kondisi ini, bahkan dalam kasus ekstrim dapat menyebabkan gagal ginjal dan jantung karena pelepasan potasium dalam darah.

Baca juga: 5 Kesalahan Fatal Perempuan Saat Beli Sepatu untuk Olahraga Lari

Greuner menganjurkan agar orang secara bertahap membangun intensitas aktivitas olahraga dan mengonsumsi cukup kalori sebelum berolahraga untuk menghindari risiko tersebut.

3. Mengonsumsi kunyit

Seorang wanita California berusia 30 tahun, Jade Erick, meninggal dunia setelah diberi obat kunyit melalui infus awal tahun ini.

Meskipun ada data yang mendukung efek terapeutik kurkumin, komponen kimia utama dalam kunyit, tapi ada ragam hal yang bisa berakibat fatal, kata Dr. Tania Dempsey dari Armonk Integrative Medicine.

"Bagi individu tertentu, kurkumin dapat dirasakan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang asing, dan saat berusaha untuk melawan bisa mengakibatkan reaksi berbahaya di tubuh mereka, yang berpotensi menyebabkan anafilaksis," kata Dempsey.

Baca juga: Kunyit, Sembuhkan Mastitis Saat Menyusui Tanpa Operasi

Ia menambahkan, reaksi anafilaksis ini berpotensi terjadi dalam pengobatan, ramuan atau suplemen apapun.

"Penting bagi pasien untuk menyadari potensi reaktifitasnya dan bagi dokter untuk mengajukan pertanyaan yang tepat sebelum meresepkan atau merekomendasikan perawatan tertentu."

4. Mengkonsumsi terlalu banyak biji rami

Rami sudah terkenal dengan kandungan antioksidannya, namun, "memakan dalam jumlah banyak ... atau rami yang tidak diproses dengan baik bisa berbahaya," kata Dempsey.

“Ada senyawa yang ditemukan di biji rami yang bisa diubah oleh tubuh menjadi turunan sianida. Efek samping beresiko dari konsumsi sianida meliputi neuropati dan retardasi pertumbuhan pada anak-anak, dan keracunan sianida dapat menyebabkan kematian pada kasus yang parah.”

Baca juga: Psst, Karakter Kita Bisa Terlihat dari Aroma Kondom, Loh!

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul, "Kebiasaan “Sehat” Ini Ternyata Bisa Berbahaya."