"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Rahmat.
Berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa yang terjadi di bawah laut dini hari tadi disebutkan tidak memiliki potensi untuk menimbulkan gelombang tsunami.
Dalam waktu 30 menit setelah terjadi guncangan, BMKG tidak mendeteksi adanya gempa susulan atau aftershock.
Oleh karena itu, Rahmat mengimbau masyarakat agar tidak panik dan terpengaruh isu-isu yang mungkin beredar.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar dia.
Selain itu, Rahmat juga mengingatkan masyarakat agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Namun, jika tidak terjadi kerusakan, warga boleh kembali masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Kerjasama dengan Baznas, Ajinomoto Turut Tanggulangi Pandemi Covid-19
Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa Magnitudo 5,1 di Selatan Jawa akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia"
Source | : | Kompas.com |
Penulis | : | Ratih |
Editor | : | Widyastuti |
KOMENTAR