NOVA.id – Menjelang weekend, biasanya dompet digital gencar promo.
Tapi kita harus hati-hati pakai dompet digital, karena bisa untung atau malah boros!
Dompet digital seperti Gopay, Ovo, Link Aja, Dana, maupun Sakuku memang bikin kita terpikat dengan promonya.
Baca Juga: Tips Pintar Atur Uang: 5 Kebiasaan Ini Bisa Menguras Pundi-Pundi Kita
Masalahnya, tanpa penggunaan yang teliti, kita bukannya untung, malah akhirnya jadi boros.
Menurut konsultan finansial Tejasari Asad, sebagai konsumen kita harus hati-hati dalam menggunakan aplikasi dompet digital untuk belanja online.
Meski terancam jadi boros, harus diakui penggunaan dompet digital bawa pengaruh positif juga buat kita sebagai pengguna.
Baca Juga: Tips Pintar Atur Uang: Hindari 3 Kesalahan Ini Saat Belanja Online agar Tidak Buang-Buang Uang
“Karena biasanya banyak diskon, jadi kita bisa berhemat. Saat menggunakan layanan itu, uangnya kan memang ada. Jadi cuma mindahin doang. Kalau uangnya sudah habis, ya berhenti,” kata Tejasari tersenyum.
Tapi pengaruh lainnya, ya itu tadi, dompet digital bisa mengundang kita jadi konsumtif.
Kadang akhirnya, ada atau tidak ada iming-iming penawaran yang menggiurkan, kita tetap saja ketagihan untuk berbelanja dan terus berbelanja — dan sering kali untuk kebutuhan yang bukan mendesak.
Baca Juga: 5 Tips Pintar Atur Uang Bagi Single Parent: Dari Pilih Kebutuhan Hingga Tuntaskan Utang
Parahnya lagi, kita menggunakan layanan dompet digital yang bisa berutang dengan cara menggunakan pembayaran pakai kartu kredit.
“Boros? Ya, mungkin. Kita bisa jadi konsumtif, apalagi jika kita bayar dengan cara berutang. Ini agak bahaya,” ingat Tejasari.
Kepada NOVA, Tejasari mengisahkan salah seorang kliennya yang sempat terjebak pada perilaku belanja online yang negatif.
Baca Juga: Pintar Atur Uang dengan Dana Darurat dan Hindari Utang Konsumtif di Tengah Pandemi
Diceritakannya, suatu kali, klien itu memanfaatkan fitur cicilan beli emas di salah satu toko online.
Setelah emas terbeli, dia pun menjual kembali emas yang dibelinya demi mendapatkan uang cash.
“Uang itu kemudian dipakai untuk belanja, kemudian habis. Namun, dia masih harus membayar cicilan yang jadi kewajibannya. Jadilah berutang. Ini agak bahaya,” ungkap Tejasari.
Menurut Tejasari, perilaku seperti itu sebaiknya tak dilakukan, karena akan mengganggu hitung-hitungan keuangan setiap bulannya.
Baca Juga: Tak Sekedar Kumpulkan Duit, Begini 4 Siasat Pintar Atur Uang untuk Bayar Utang
Sementara jika tak berutang, kita akan lebih terkontrol, karena hanya memanfaatkan apa yang ada saja.
“Jadi butuh komitmen yang kuat juga untuk tak terjebak pada perilaku konsumtif,” tukas Tejasari.
Sahabat NOVA bagaimana?
Dapatkan pembahasan yang lebih lengkap dan mendalam di Tabloid NOVA.
Yuk, langsung langganan bebas repot di Grid Store. (*)
KOMENTAR