Tanya Jawab Psikologi NOVA: Karena Aku Tionghoa Bukan Berarti Aku Kaya

By Tiur Kartikawati Renata Sari, Rabu, 24 April 2019 | 16:13 WIB
Tanya Jawab Psikologi NOVA: Karena Aku Tionghoa Bukan Berarti Aku Kaya (Pixabay/rickfanwilsen)

Baca Juga : Hanum Rais Komentari Kejujuran Istri Andre Taulany, Ernest Prakasa: Beli Cermin Agak Gedean

Kebiasaan seperti itu akan menjauhkan suami dan istri dari perasaan tak nyaman, karena komunikasi yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan terbuka akan menghilangkan kesenjangan yang muncul akibat ketidaksamaan pandangan terhadap suatu masalah, kebutuhan untuk saling memahami pasangan juga akan meningkat, karena di saat kita bisa mengobrol enak, bertukar pikiran tanpa merasa sok lebih tahu−atau malah merasa tidak tahu tapi gengsi mau bertanya−relatif mudah membangun kebiasaan untuk berpikir “kami” dan bukan “kita”, saat menghayati kebersamaan suami-istri sebagai “kami” ini benar-benar hubungan eksklusif antara keduanya. Sementara kata “kita”, tidak memberikan batasan.

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, lho, ya, ini adalah sarana relasi yang saya sarankan untuk Anda coba dan jalankan berdua agar cara pandang terhadap masalah bisa dicoba untuk tetap sama frekuensinya, Anda tidak perlu membuat hubungan suami dengan ibunya jadi renggang, karena yang dilakukannya ini adalah tanda bakti anak pada sosok yang melahirkannya, akan tetapi kebiasaan berpikir sebagai “kami” pasti akan meingkatkan kepekaan suami bahwa selain ibunya, dia punya istri, lho, yang juga harus dia pelihara hati dan kenyamanannya saat ada di keluarga besarnya. 

Baca Juga : Berikan Kejutan Ulang Tahun, Iko Uwais Berikan Pesan Romantis untuk Audy Item

Bila yang kedua−Anda tak nyaman karena melibatkan ayahanda dalam pendanaan sakitnya mertua perempuan− menrut saya tak perlu direspon secara emosional, pakai logika dan nalar saja, Anda bisa melindungi ayah untuk tidak diganggu bila bisa mengoptimalkan sumber dana yang ada di dalam keluarga suami, bukan? Apakah sudah masuk BPJS? Kalau tak ada yang mau mengurus ini, Anda saja yang melakukannya, tentu dengan kesepakatan bersama suami, Ikuti prosedurnya tanpa keluh kesah, bila memang tak ada pos untuk masalah kesehatan pada mertua.Jangan lelah untuk mempertahankan hubungan baik dengan saudara kandung suami, sehingga ide-ide yang datang dari Anda, tidak dianggap sebagai sesuatu yang datang dari luar, melainkan dari Anda yang dirasa sebagai keluarga juga.

Pasti tidak mudah, tapi kalau selama ini Anda bisa bertahan dalam gejolak family affair yang terjadi, kan, artinya Anda terbukti mampu dan tahan banting, sekarang tinggal menambahkan lagi fleksibilitas dan penyesuaian diri secara lebih aktif ke keluarganya, dengan suami tentu hubungan harus terus dipelihara kehangatan dalam cinta dan tetap harmonis dalam mendukung peningkatan kualitas diri Anda dan suami. Salam hangat. (*)