Bagaimana Cara Menghilangkan Kandungan Merkuri di Dalam Ikan Laut Sebelum Dimasak?

By Maria Ermilinda Hayon, Rabu, 7 Februari 2024 | 20:05 WIB
Adakah cara menghilangkan kandungan merkuri di dalam ikan laut? (AlexRaths)

NOVA.idMerkuri adalah zat berbahaya yang biasa kita dengar terdapat dalam kandungan skincare.

Tapi ternyata merkuri juga bisa berada dalam ikan laut yang kita makan.

Yap, ikan laut bisa terpapar merkuri juga, makin besar ikan, makin tinggi kandungan merkurinya.

Ikan dan kerang merupakan sumber utama paparan merkuri pada manusia dan hewan.

Uniknya, air laut hanya mengandung sedikit merkuri karena tanaman laut, seperti ganggang, menyerap zat beracun tersebut. Sayangnya, tanaman laut yang menyerap merkuri dikonsumsi oleh ikan berukuran kecil.

Pastinya kalau kita makan ikan yang terpapar merkuri secara terus-menerus akan membahayakan kesehatan kita dalam jangka panjang.

Parahnya, kita bisa saja tidak mengetahui bahwa di dalam ikan laut itu terdapat merkuri.

Duh, seram kan kalau mau konsumsi. Padahal ikan memiliki banyak protein dan gizi baik baik tubuh kita.

Lantas bagaimana cara menghilangkan kandungan merkuri di dalam ikan laut?

Tidak ada cara menghilangkan kandungan merkuri di dalam ikan laut sebelum dikonsumsi secara pasti.

Namun kabar baiknya, dilansir dari Kompas.com, kita bisa menghindari efek negatif merkuri dalam ikan dengan beberapa rekomendasi dari Badan Pengawas Makanan dan Obat AS ini.

Baca Juga: Cara Sambut Imlek 2024, Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Amis Ikan Bandeng Tanpa Jeruk Nipis

1.Batasi konsumsi ikan hanya dua hingga tiga porsi setiap minggu.

2.Pilih ikan dengan kandungan merkuri rendah seperti salmon, udang, ikan kod, udang dan sarden. ketika memilih ikan segar, carilah ikan yang berasal dari sungai atau danau tertentu.

3.Selain itu, ada beberapa kelompok usia yang rentan mengalami keracunan merkuri. Kelompok yang rentan mengalami keracunan merkuri adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil.

Maka itu, mereka yang berada dalam kelompok tersebut sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih asupan makanan. (*)