Anak Kecil Juga Bisa Stres, Lo

By Dok Grid, Selasa, 4 Mei 2010 | 17:18 WIB
Anak Kecil Juga Bisa Stres Lo (nova.id)

Siapa bilang stres cuma "milik" orang dewasa? Anak kecil juga bisa. Gejalanya, antara lain, ia tiba-tiba jadi "nakal". Bagaimana mengatasinya?

"Saya bingung, nih. Sejak adiknya lahir, Bimo jadi susah diatur. Disuruh makan, susahnya minta ampun. Padahal dia doyan makan. Saya takut Bimo sakit. Kalau kata tantenya, kayaknya Bimo stres. Tapi apa iya, sih, anak umur 4 tahun bisa stres?" begitu keluh Henny (34) tentang putra sulungnya.

Memang, kata Dra. Rina S. Susanto, anak kecil jarang stres. Tapi bukan berarti ia tak akan pernah mengalami stres. "Anak kecil juga bisa merasa tertekan. Nah, stres itu, kan, suatu perasaan tertekan yang biasanya diiringi emosi tak menyenangkan dan berlangsung relatif lama serta berkepanjangan," terang psikolog dari RSIA Hermina Jatinegara ini.

Karena itulah, terangnya lebih lanjut, stres pada anak sebenarnya tak berbeda dengan orang dewasa. Hanya saja, orang dewasa lebih bisa mengendalikan emosinya dibanding anak kecil karena sudah jauh lebih matang.

MENARIK DIRI

Gejala stres pada anak bisa bermacam-macam. Ada anak yang semula baik dan penurut, tiba-tiba berubah "nakal" dengan emosi yang melonjak. Ada pula anak yang semula periang lalu berubah menjadi sangat down. Sampai-sampai orang tua terkadang kewalahan menghadapi perubahan tersebut.

Pendek kata, bila anak terkena stres, akan diiringi perilaku yang mungkin aneh bagi orang tuanya. "Ada emosi-emosi yang tak menyenangkan pada anak, seperti perasaan takut, sedih, marah, gelisah, dan sebagainya." Nah, emosi-emosi tersebut, jika berkepanjangan bisa berpengaruh terhadap jiwa anak. "Bisa jadi anak menarik diri dari lingkungannya, menjadi pemalu, pemurung, pendiam, pemarah, dan sebagainya."

Bagaimana efek stres pada anak, menurut lulusan Fakultas Psikologi Universitas Pajajaran Bandung ini, akan sangat tergantung pada lingkungan di mana si anak tinggal. "Jika lingkungannya baik, mungkin anak akan menjadi baik. Kalau tidak, ya, mungkin sebaliknya yang akan terjadi."

PENYEBAB STRES

Seperti dipaparkan Rina, ada dua faktor besar yang membikin anak stres, yakni faktor dari luar dan dari dalam dirinya. Faktor dari luar ialah lingkungan keluarga dan lingkungan di luar keluarga semisal "sekolah". Sedangkan faktor dari dalam diri anak mencakup fisik, psikologis, sosial, dan inteligensi.

Faktor dari lingkungan keluarga misalnya konflik orang tua. "Anak bisa stres karena melihat ayah-ibunya sering bertengkar. Ia jadi merasa tak aman dan takut, baik secara fisik dan emosional." Contoh lain, orang tua yang selalu menuntut anak. Anak harus selalu mengikuti keinginan orang tua, banyak aturan dan larangan.

Sedangkan faktor "sekolah" yang membikin stres lantaran anak masuk ke suatu lingkungan baru, yang situasinya sangat berbeda dengan situasi di rumah. "Mungkin saja ada anak yang tak suka keramaian, tak ingin bersosialisasi, maunya sendiri saja, main komputer sendiri, dan lainnya. Nah, anak yang sulit bergaul ini tentunya akan stres ketika ia harus menghadapi lingkungan baru."