Suka Makan Banyak? Ini 5 Cara Detoktifikasi Tubuh Setelah Makan Besar

By Nova.id, Jumat, 17 Januari 2020 | 10:32 WIB
Makanan yang harus dihindari jika ingin awet muda (iStockphoto)

NOVA.id- Pernahkah Sahabat NOVA merasa makan terlalu berlebihan?

Hal ini mungkin saja terjadi karena makanan yang begitu lezat menjadikan nafsu makan kita meningkat.

Atau makan bersama teman sehingga tak sadar makan dengan porsi yang tidak diinginkan, serta stres juga dapat menyebabkan kita makan berlebihan.

Setelah makan besar tubuh perlu melakukan detokstifikasi untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh, karena jika tidak racun akan diserap tubuh yang akan berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Kesehatan yang Mengesankan dari Teh Pisang!

Nah, berikut ini 5 cara detoksifikasi yang dapat Sahabat NOVA lakukan setelah makan besar!

1. Stop untuk berbicara negatif terhadap diri sendiri

Ada pepatah mengatakan diri kitalah yang menjadi musuh terburuk, pembicaraan diri sendiri yang negatif merupakan salah satu contoh.

Berbicara sendiri berarti berpikir yang terus mengalir dalam diri kita dan pikiran itu bisa positif bisa negatif, pikiran yang negatif memiliki pengaruh bagi kesehatan dan tingkat stres.

Praktikkan rasa terima kasih dan bersikap lembut dengan diri sendiri juga membantu mempromosikan self-talk yang positif.

Baca Juga: Jalani Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi, Bisa Langsung Pulang!

2. Minum banyak air

Jika kita sudah merasa sangat kenyang, sangat penting untuk minum banyak air.

Hal ini karena minum air setelah makan besar dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih cepat.

Menurut National Health Service, minum air setelah makan besar dapat membantu proses pencernaan, mencegah sembelit, terutama jika makanan termasuk makanan serat tinggi.

Hindari minuman berkafein dan berkarbonasi karena dapat memperburuk keadaan jadi tetaplah minum air putih ya Sahabat NOVA.

Baca Juga: Diklaim Lebih Efektif dari Kemoterapi, yuk Kenalan dengan Pengobatan Imunoterapi: Secercah Harapan Bagi Penyintas Kanker

3. Jalan santai

Setelah makan kita memang tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga, tetapi tak masalah jika kita melakukan jalan santai.

Berjalan lambat 2,5 mil/jam dapat membantu meningkatkan kecepatan proses pencernaan.

Pastikan jangan minum espresso atau digestif para peneliti menyimpulkan bahwa ini tidak akan mempercepat proses pencernaan.

Baca Juga: Yuk! Cegah Risiko Wabah Penyakit Hepatitis A dengan Vaksinasi

4. Lebih banyak makan kaya akan serat

Sesudah makan besar, pada makan sesudahnya pastikan untuk fokus mengonsumsi makanan yang kaya akan serat.

Nutrisi ini membantu tubuh kita secara alami melakukan detoksifikasi, itulah sebabnya kita sebenarnya tidak perlu menjalani salah satu dari diet detoks yang ekstrem.

Baca Juga: Waspada! Jangan Terlalu Sering Tertawa Terlalu Keras karena Bisa Sebabkan Stroke hingga Kematian

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Advances in Nutrition menetapkan bahwa serat membantu hati dan ginjal kita untuk melakukan salah satu pekerjaan utama mereka  menyaring dan membuang racun dari tubuh kita.

Ketika kita makan serat, ia memiliki efek positif pada usus kita, salah satunya termasuk membantu pertumbuhan bakteri "baik".

Bakteri baik ini membantu meningkatkan fungsi penghalang usus, yang pada gilirannya melindungi hati dan ginjal kita dari bakteri jahat, sehingga dapat fokus pada prioritas mereka yang lain.

Baca Juga: Seringkali Ditutupi, Ini Ciri-Ciri Orang yang Tersenyum Karena Depresi

5. Ambil kelas yoga

Melakukan sesi yoga membantu meredakan kembung dan masalah pencernaan.

Yoga juga dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan karena telah terbukti membantu mengurangi tingkat stres dan makan berlebihan yang berjalan beriringan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Complementary Therapies in Medicine menemukan bahwa mengikuti program yoga 12 minggu mengurangi makan berlebihan pada mereka yang memiliki gangguan tersebut, selain itu yoga juga telah terbukti mengurangi kadar kortisol penanda stress.(*)

Azizah Angraini Ramadini